0 komentar

BAGAN PROSEDUR PEMILIHAN KETUA RT


0 komentar

Contoh Teks Prosedur Kompleks


                          SRI UTANTI
                           X- IIS 2
                               BAHASA INDONESIA
Cara Menggunakan Hak Pilih dalam Pemilu

   Sebagai negara demokratis , setiap rakyat Indonesia memiliki hak untuk memilih wakil rakyat. Kita memiliki hak jika syarat-syarat telah terpenuhi dan telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap. Dalam Pemilu, Indonesia melaksanakan dengan cara mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berikut akan dijelaskan tata cara mencoblos yang tepat.
Dengan memperhatikan hal ini, anda dapat memanfaatkan hak pilih yang benar ketika pemilu.

Pertama, pastikan anda membawa surat pemberitahuan dan kartu pemilih sebagai peserta pemilu. Apabila anda sudah membawa, serahkan kartu pemilih kepada petugas KPPS 4. Dengan ini petugas dapat mengecek data surat pemberitahuan & kartu pemilih dengan daftar pemilih tetap,membubuhkan nomor urut kedatangan.

Kedua, tunggu nomor urut anda dipanggil oleh Ketua KPPS. Jika telah dipanggil , anda dapat menyerahkan surat pemberitahuan untuk memberikan suara kepada ketua KPPS dan memperlihatkan kartu pemilih. Apabila cocok , didalam daftar pemilih tetap TPS akan diberikan tanda √ oleh anggota KPPS kedua. Lalu , anda akan diberikan surat suara dalam keadaan terbuka.

Ketiga, segera menuju bilik pemberian suara. Letakkan surat suara dalam keadaan terbuka lebar diatas alas pencoblosan surat suara. Setelah itu, anda dapat mencoblos pada kolom foto atau nama calon dalam surat suara dengan alat coblos yang disediakan. Cukup coblos satu kali, jangan menambah tulisan atau coretan lain pada surat suara. Hal ini menyebabkan surat suara tidak sah.

Keempat, lipat kembali surat suara seperti semula. Usahakan tanda tangan ketua KPPS tetap dalam keadaan terlihat dan tanda coblosan tidak terlihat. Lalu, anda dapat menuju tempat kotak suara dan memperlihatkan surat itu kepada ketua KPPS. Masukan surat suara kedalam kotak suara.

Kelima, celupkan kelingking tangan kiri anda dengan tinta yang sudah disediakan di TPS. Hal ini dilakukan sebagai tanda khusus bahwa anda telah menggunakan hak pilih dalam pemilu. Selesai mencelupkan jari, anda diperbolehkan keluar dari TPS.


Sumber : Google 

0 komentar

Drama Prosedur Kompleks Cara Membayar Pajak

0 komentar

"KAMI" Untuk Negeri

Ku pandangi senja sore hari ini
Lalu aku berfikir
Siapakah penerus negeri ini ?
Disaat Negeri ini penuh dengan masalah, kemanakah aset negeri ini ?
Negeri ini sedang terpuruk
Membutuhkan bantuan kami
Seharusnya kami ada...
Namun, semua berbalik arah
Seakan kami meninggalkan Negeri ini
Seakan kami tak melihat wajah sedih dari Negeri ini
Apakah kami bisa disebut sebagai aset Negeri ?
Kami tidak buta, tapi kami tidak bisa melihat betapa murungnya Negeri ini
Kami tidak tuli, tapi kami tidak bisa mendengarkan suara rintihan Negeri ini
Kami tidak bisu, tapi kami tidak bisa menyuarakan sesuatu untuk Negeri ini
dan, Kami tidak mati rasa, tapi kami tidak bisa merasakan betapa rasa perih Negeri ini
Sungguh
Betapa malangnya negeri ini...
Ia telah memberikan semua yang ia miliki untuk kami
tapi Mengapa kami begitu jahat kepadanya ?
Disaat negeri ini sedang menangis
Kami tidak ada disisinya untuk menghapus air matanya,
Bahkan setetespun tidak!!!
Kami malah bergembira dan berfoya-foya untuk kesenangan semata
Padahal, semua yang Negeri ini miliki telah diberikan untuk kita

Kini, aku ingin mengajak "kami" untuk membantu negeri ini
Suara-suara kami sangat dibutuhkan
Karena demokrasi adalah milik kami
Tak hanya Presiden
Tak hanya para Pejabat Tinggi
Yang bisa memperbaiki negeri ini
Tapi... "Kami" yang seharusnya memperbaiki negeri ini

Aku ingin mengajak "kami"
Walau hanya dapat 1 "kami" saja
Tak apa...
Karena 1 "kami" yang ikut berkontribusi
Sangat menguntungkan bagi negeri ini

Kesenangan kami adalah Kesenangan untuk Negeri
Yang seharusnya "kami" lakukan adalah membangun negeri
Maafkan kami... Indonesia
Karena kami tidak bisa berbalas budi padamu

Hanya saja, ada 1 lilin penebar inspirasi
Yang bisa menjadikan "kami" bersatu padu

Ya Tuhan
Satukanlah kami, untuk negeri ini
Untuk memberikan harapan kami
Memberikan impian kami
Memberikan kebahagian & Duka bersama

Ya Tuhan
Berikanlah kami ketulusan hati dan ketabahan hati
Untuk terus memperjuangkan
Untuk terus menggerakan
Para "kami" yang senantiasa dibutuhkan oleh negeri ini

Jakarta, 09 Maret 2015

Sri Utanti

0 komentar

Indonesiaku

Disini ku berdiri
Diatas tanah air negeriku
Memandang nikmatnya alam
beraneka suku dan budaya
Keindahan dimata dunia

Ku yakin dan kupercaya bahwa kedamaian slalu berpihak
Pada kami dan negeri Ini

Bumi Pertiwiku yang kucinta
Milik kami dan negeri ini
Indonesiaku negeri merdeka
Warisan luhur pahlawan bangsa
tanah subur indah bak permata
maha karya Agung Sang Pencipta

Takkan ku biarkan
Siapapun mengusikmu
Mencoba melukai keutuhan negeriku
Walau harus sengasara
Terluka dan terhina
Kau kan selalu terjaga dengan seluruh dayaku
Karna engkaulah......
Kehormatanku
Indonesia, kumilikimu dengan bangga
Karna engkau lah Indonesiaku

Kita punya sebuah mimpi
Mencari arti dalam sebuah titik
Yakinkanlah diri untuk menggapai semua
satukan cita untuk menoreh cita
Kita bersma berjalan dalam satu asal
Bahu membahu untuk membangun bumi Pertiwi

Melukiskan kisah yang ada
Marilah bersatu
Mewujudkan cita-cita bangsa
Hanya untuk
Indonesiaku Tercinta

Negeriku
Terhampar luas tanah membentang
Membekaskan sebuah cerita
Bangsaku
Ragam budaya nan ciri khasmu
Buat ku kagumi mu selalu
Indahnya Indonesiaku
Kemanapun ku pergi
Hatiku disini

Kan ku bangun dirimu
dengan mimpiku
berbhakti padamu , Negeriku
Takan ku lepas
Takan ku lupa
Jiwa Ragaku
Untuk, Indonesiaku....

-Dibuat berdasarkan beberapa lagu-
Jakarta,10 Febuari 2015
23:45
Sri Utanti

0 komentar

Janji Pusaka, B.J Habibie

Malam ini
Ku teringat sosok nan jauh
Sosok motivator sekaligus inspirator bagiku
Sosok yang sangat aku banggakan
Sosok yang mengajarkanku rasa cinta
Cinta pada negeri ini
Sebuah janji yang terucap dari mulutnya
Membuat hatiku bergetar

SUMPAHKU

Terlentang, jatuh, perih, kesal, Ibu Pertiwi engkau pegangan
Janji pusaka dan sakti
Tanah tumpah darahku
Makmur dan suci
Hancur badan, tetap berjalan
Jiwa besar dan suci, membawa aku padamu
Padamu Indonesia, Makmur dan suci

Aachen 
B.J. Habibie 

Ya,janji ini
Janji seorang mahasiswa ditanah orang
Yang membuatku lari dari keputusasaan
Semangat yang tumbuh dari janji ini
Membuat semangatku tumbuh kembali
Semangat untuk membangun Indonesia
Bersama kawan-kawanku 
Bersama seluruh rakyat Indonesia
Janji ini menjadi pegangan untukku
Untuk terus berjuang
Untuk Ibu pertiwi

Jakarta , 03 Febuari 2015
 21: 16 
Sri Utanti

0 komentar

Semu, tapi Nyata

Hari ini menjadi sebuah harapan
Tak diketahui kemana akan beranjak
Tak tahu pula dimana keberadaanya
Namun ia selalu ada dalam rasa ini

Hari ini menjadi saksi kehidupan
Bahwa semut-semut kecil itu sedang mencari arah jalan
Menuju sebuah tujuan
Tujuan yang semu , namun nyata

Semut-semut kecil itu sedang berlomba
Mencari jalan yang benar
Semangat mereka berkobar
Seperti api yang sedang menyala

Mereka memiliki harapan yang tak pernah mati
Harapan itu layaknya lilin yang terus menyinari
Jika lilin itu mati 1 , namun lilin lain akan tetap menyinari
Itulah harapan, selalu menyinari

Harapan itu menjadi sebuah mimpi
Mimpi yang indah bagi kami
Mimpi yang membuat harapan semakin menyala
Mimpi dan harapan selalu bersatu
Saling melengkapi

Diluar sana , ada yang menunggu
Rasanya, harapan itu telah menjadi nyata
Namun dibelakang sana semut-semut itu masih berjuang
Mereka terus berjuang agar bisa menemui si penunggu

Penunggu harapan itu sangat setia
Hingga akhirnya semut-semut itu menemukan arah jalan yang benar
Mereka telah datang
Ya, mereka datang
Bukan membawa harapan
Namun,memberikan cahaya yang terang untuknya
Menjadikan harapan semu itu menjadi nyata
Ya, Indonesia menunggumu dengan sejuta harapan
Dan kamulah semut-semut itu yang sedang berjuang untuk negeri ini
Berjuanglah bersama-sama untuk menjadikan harapan itu nyata
Memberikan secercah cahaya bagi tanah air tercinta
Untukmu, Indonesia

Jakarta, 02 Febuari 2015
19:11 
Sri Utanti